Black Valentine Days

Valentine’s Day (VD) bikin bumi yang tadinya biru berubah funky hunky kinky pinky. Dunia yang kering kerontang mendadak bertaburan cinta. Taman bunga yang merunduk layu sekonyong-konyong bermekaran. Cinta, di mana-mana cinta. Cinta, deritanya tiada akhir (Pat Kay banget). Asal Februari, pasti VD. Makanya D’RISE mau bikin VD yang tadinya warna pink berubah jadi warna hitam. Warna pink terlalu indah untuk menggambarkan VD yang bobrok, suram, dan tidak beradab. And please welcome, THE BLACK VALENTINE!

So Sweet History
Cuuaappek deh. Capek banget!. Udah banyak kalangan yang membeberkan latar belakang dan sejarah VD. Bahwa VD itu budaya kufur, nggak pernah segede upil pun berasal dari Islam, tapi masih buuuaaanyak aja remaja Islam yang asyik ngendon sama acara begituan. Padahal semua perayaan VD isinya full kemaksiatan. Pacaran, gaul bebas, perzinaan, pusing. Liat akibat dari itu semua, aborsi, hamil di luar nikah, penyakit menular seksual, HIV AIDS, bunuh diri, dan seabrek masalah lainnya. Oke deh untuk merefresh ingatan kita semua, D’RISE bakal bahas ulang abis-abisan soal VD. Kita kuliti aja si Cupid itu. Cek beiby cek…!
Sejarah manis VD (lha kok manis? Iya karena konon VD diinspirasi dari pengorbanan dan cinta seseorang kepada orang lain. So sweet kan?) berasal dari kisah tentang seorang saint (orang suci dalam agama Kristen) yang bernama Valentine atau Valentinus. Siapakah dia? Mengutip dari Catholic Encyclopedia, setidaknya ada 3 orang Saint Valentine yang kesemuanya adalah martir (orang yang mati dalam mempertahankan iman Kristen, kalo di kita mah syahid kali yah?) dan konon semuanya mati pada tanggal 14 Februari. Beberapa cendekiawan malah menyatakan sebenarnya ada 7 Saint Valentine (yaelah 7?). Ada kemungkinan Saint Valentine ini orang yang sama. Nah yang bakal D’RISE bahas cuman 3 orang ajah. Kebanyakan kalo 7 mah.
Valentine pertama yang paling populer dan paling banyak dikaitkan dengan perayaan VD adalah yang hidup di Roma pada sekitar abad ke-3 M. dia hidup pada masa kekuasaan Kaisar Claudius II. Ketika itu Kaisar Claudius II mengadakan banyak sekali perang dengan kerajaan luar. Terang aja yang namanya perang membutuhkan banyak tentara. Kaisar berpikir kalo anak-anak muda pada nikah ntar semangat juangnya jadi turun. Mereka jadi ogah berangkat perang karena udah terikat sama istri, anak, dan keluarganya. Makanya dia ngeluarin aturan untuk melarang pertunangan dan perkawinan. Anak-anak muda kudu ikut wajib militer dan maju ke medan perang. Lebih ekstrim lagi, pendeta yang berani menikahkan orang yang saling jatuh cinta akan dihukum mati. Valentine secara diam-diam menentang aturan itu, dan tetep menikahkan pasangan muda (“lha wong mau kawin kok dilarang-larang?” kira-kira gitu) dengan bantuan rekannya sesama pendeta bernama Marius. Akhirnya ketauanlah apa yang diperbuat Valentine, dia ditangkap, dipukuli, dan dijebloskan ke penjara. Tanggal 14 Februari sekitar tahun 270 M Valentine dihukum mati. Karena dedikasinya kepada cinta suci, kemudian dia digelari “Saint”.
Valentine yang kedua adalah orang Kristen pertama di Roma yang bener-bener sayang sama anak kecil. Sayangnya pada masa itu Romawi sangat alergi sama agama Kristen, dan tiap orang Kristen dibasmi. Tapi Valentine tetep teguh sama iman Kristen dan nggak peduli sama dewa-dewi Romawi. Dia ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Ternyata anak-anak kecil merasa kehilangan, dan mereka kerap mengirimkan bunga serta surat lewat jendela penjara. Di penjara itu Valentine jatuh cinta sama anak gadis sipir penjara, yang diduga namanya Julia. Si Julia ini buta. Saat hari pengeksekusiannya, Valentine berdoa untuk Julia dan secara ajaib mata Julia bisa melihat lagi. Dia juga nulis surat buat kekasihnya itu yang ujungnya “from your Valentine”. Frasa ini jadi populer dan tetep jadi tradisi.
Valentine kita yang ketiga (kita? Lo aja kalleeee) adalah bishop dari Interamna (sekarang Terni). Dia mendedikasikan hidupnya untuk komunitas Kristen di Interamna, dia menjadi bishop pertama di sana. Kharismanya menyebar melewati Roma dan dipercaya sebagai orang pertama yang merestui pernikahan antara laki-laki pagan dan perempuan Kristen. Karena perbuatannya itu Valentine kemudian ditangkap, dicambuk, dan dipancung oleh Placidus, penguasa Interamna.
The World Book Encyclopedia (1998) menyatakan bahwa beberapa kalangan menghubungkan VD dengan festival Lupercalia. Pak Leonhard Schmitz, Phd., seorang Kepsek di High School of Edinburgh, menceritakan banyak hal soal Lupercalia.
Lupercalia adalah festival tahunan untuk menghormati Lupercus, Dewa kesuburan orang Romawi. Maksud ‘subur’ di sini bukan tanah yang subur ya! Tapi subur dalam arti perkembangbiakan gitchu. Sebenernya festival ini adalah festival para penggembala. Para penulis Yunani dan pengikutnya menyebut Lupercalia sebagai festival Pan. Festival ini diselenggarakan pada tanggal 15 Februari di suatu tempat bernama Lupercal. Konon tempat itu adalah tempat di mana Romulus dan Remus diasuh oleh serigala betina. Tempat itu adalah sebuah hutan kecil yang di dalamnya ada altar batu yang dipersembahkan kepada Lupercus. Di festival itu mereka mengorbankan anjing dan kambing. Kenapa harus 2 binatang ituh? Karena anjing dan kambing punya hasrat seksual yang tinggi. Artinya mereka subur banget, nah Lupercus senengnya sama yang subur-subur hehehe… Dua orang remaja kemudian diarak ke altar batu itu. Seorang dari mereka menorehkan pedang ke dahi masing-masing setelah sebelumnya dicelupkan ke darah hewan kurban itu. Kemudian dahi mereka diseka dengan kain wol yang telah dicelup ke dalam susu. Kambingnya dikuliti dan mereka membawa lari kulit kambing itu sambil dikibas-kibaskan kepada semua orang yang mereka temui, terutama cewek. Para cewek seneng banget dikibasin sama kulit kambing itu karena menurut mereka bisa mendatangkan kesuburan.
Saat agama Kristen masuk Romawi, gereja menjadikan festival ini sebagai festival Kristen dengan mengubah taste pagan menjadi taste Kristen. Caranya istilah-istilah pagan-nya diganti ajah pake istilah-istilah Kristen (The Encyclopedia Britannica, subjudul: Cristianity). Paus Gelasius I menjadikan festival ini sebagai hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day, untuk menghormati Saint Valentine yang kebetulan mati pada tanggal 14 Februari. Tinggal tarik aja 1 hari, jadi deh sinkretisasi (percampuran) antara paganisme dan Kristen. Gampang bener.
Happy Valentine?
Jiiaahh…1001 cara orang ngerayain VD. Di Prancis dan Inggris, VD dirayain dengan tuker-tukeran kado. Para lajang bakal kirim surat yang ditaroh di depan pintu orang yang mereka taksir. Trus mereka makan telor rebus pake garam (buat apa?). Para cewek bakal tidur dengan daun di bawah bantal agar memimpikan cowok yang mereka cintai. Kalo di Wales laen lagi, orang-orang suka saling tuker sendok kayu yang diukir gambar hati dan kunci. Di Jepang, anak cewek bakal ngasih dua macam coklat yang disebut Giri-Choco dan Honmei Choco. Giri-Choco itu coklat yang rada murah yang bakal dikasih buat ayah, kakak laki-laki, atau temen laki-laki (kasian dapet yang murah). Kalo Honmei-Choco adalah coklat yang spesial dan rada mahal, yang bakal dikasih ke cowok yang mereka suka. Lebih dari itu, VD adalah sebuah ajang paling romantis untuk baku syahwats. Di Thailand para pelajar cewek bahkan udah merencanakan untuk melepas keperawanan pada malam VD, sampe-sampe Plokis (Polisi) harus memberlakukan jam malam. Kalo di sini gimana? Nggak jauh beda laaah.
Sebuah Seruan Anti VD
Semoga warna VD yang funky hunky kinky pinky itu telah berubah menjadi hitam kelam di benak D’RISEr semua. Karena emang nggak ada apapun yang ditawarkan VD selain kesuraman. Mimpi buruk yang menjelma menjadi kenyataan. Kalaupun ada keindahan dan cinta, itu semua hanya iming-iming dan fatamorgana. Semoga kita semua bisa membuka mata kita, dan meresapkannya di dalam hati, bahwa betapa rusaknya VD.
Generasi Islam mendingan nggak usah ikut-ikutan acara orang. Persis kaya’ soal taun baru yang pernah D’RISE jelasin bulan lalu, VD itu acara orang lain, budaya orang lain, syariat orang lain, agama orang lain, kita jangan sampe ikut-ikutan acara begituan. Banyak banget dalil yang mengharamkan VD. Salah satunya adalah hadis Rasul, “barang siapa yang menyerupai umat lain, maka dia termasuk ke dalam umat itu”.
D’RISEr, serukanlah perlawanan kepada dominasi VD. Bebaskan temen-temen kita dari penjajahan budaya kufur yang akan meracuni mereka. Katakan bahwa VD itu haram, laranglah temen-temen kita kalo mereka ingin merayakannya. Itulah perjuangan dakwah kita. Terus MELAWAN… ANTI VALENTINE. ALLAAAAHU AKBAR.!!!
BOX Buka Mata
Tolak VD
TOLAK…TOLAK…TOLAK…TOLAK…(Jaaaahh kaya lagi demo ajiah), tapi emang yang namanya VD itu kudu ditolak. Orang-orang di seantero dunia pada nolak VD. Tahun 2007 lalu, OSIS dan staf guru SMA Widya Utama merazia pernak-pernik VD yang dibawa para siswa. Mereka bilang VD itu bukan budaya bangsa. Okezone.com mengutip pendapat MUI yang menyatakan bahwa VD identik dengan pesta pora dan mabuk-mabukan. Di Arab Saudi VD dilarang, bahkan Imam Agung Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Asy-Syekh mengecam VD (2004).
“Itu adalah hari raya penyembah berhala, dan umat Islam yang percaya Allah dan hari kiamat tidak boleh merayakan atau mengakuinya atau mengucapkan selamat. Umat Islam wajib menjauhkannya guna menghindari murka dan hukuman Allah,” katanya.
Di India, umat Hindu garis keras mengancam akan mencoreng wajah orang-orang yang merayakan VD. Mereka bilang perbuatan itu adalah budaya barat yang merusak budaya India. NDTV.com, sebuah situs stasiun tv di India memuat penjelasan dari partai sayap kanan di India, Sri Ram Sena. Pramod Muthalik, pendiri Sri Ram Sena menyatakan bahwa partainya adalah penjaga moral di India. Dia menolak aktivitas yang dianggapnya bejat, seperti perempuan yang pergi minum-minum di pub dan pasangan yang merayakan VD.
VD juga dikecam di Malaysia. Harussani Zakaria, seorang mufti dari Front Nasional Malaysia menyatakan bahwa merayakan VD adalah perbuatan yang melanggar ajaran Islam. Khususnya adalah karena VD adalah hari raya yang memperingati matinya seorang pendeta. Begitu juga para ulama di Pakistan sangat mengecam keras VD, walaupun pemerintah sekular Pakistan tidak melarangnya secara resmi (dasar sekular).
Bukan cuma di dunia Islam, di Barat pun banyak lho yang menolak VD. Di internet beredar kartu ucapan anti-VD yang dibuat oleh Meg Pickard dan David Pannett dari apartemen mereka di London. Dengan situs mereka, meish.org, mereka memuat berbagai desain kartu ucapan anti VD yang pada tahun 2003 diunduh sebanyak 30 ribu kartu ucapan, dan pada tahun 2005 diunduh sebanyak 200 ribu kartu ucapan sampai server mereka kolaps dan situs mereka nggak bisa lagi diakses.
Ayo bangkit teriakkaaaannn. TOLAK VD….![]

sumber : http://www.drise-online.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: